Seronokbatam.com | Batam - Di tahun 2026 Indonesia kembali di gemparkan oleh Pesawat Indonesia Air kehilangan kontak dengan pengawas lalu lintas udara setelah penduduk setempat mendengar ledakan keras, pada hari Sabtu siang (17/01/2026) sekitar pukul 13.37 WITA.
Pesawat itu menghilang secara misterius di Sulawesi Selatan, Indonesia, saat terbang ke Makassar.
ATR 42-500 telah meninggalkan Yogyakarta dan sedang dalam perjalanan ke Makassar hari ini, tetapi kontak secara misterius hilang dengan pesawat sekitar 12 mil ke dalam penerbangannya
Data penerbangan menunjukkan saat pesawat tampaknya menghilang ke udara tipis.
Dan penduduk setempat melaporkan mendengar suara yang terdengar seperti bahan terbakar sebelum ledakan keras.
Upaya pencarian besar telah mulai untuk menemukan pesawat yang hilang, setelah kecelakaan pesawat tahun lalu menewaskan empat orang di provinsi Papua Tengah negara itu.
Berita kehilangan kontak pesawat ini pun menjadi pemberitaan media asing, bukan hanya di media tanah air, namun seperti dalam sebuah account medsos Singapore Channel di katakan, Pesawat yang hilang dilaporkan membawa tiga penumpang dan delapan anggota awak ketika kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara, menghilang dari sistem radar.
Tim penyelamat/SAR telah dikirim ke lokasi di mana pesawat diperkirakan jatuh untuk mencari korban selamat.
Rekaman yang diposting di media sosial tampaknya menunjukkan puing-puing berapi di sebuah gunung dekat lokasi terakhir yang dikonfirmasi pesawat.
Pejabat mengatakan tiga tim dan total 60 orang menjelajahi daerah tersebut.
Direktur Jenderal Transportasi Udara, Luqman Laisa, mengatakan pengendali kehilangan kontak dengan kapten saat mereka berusaha membawa pesawat kembali ke jalur.
Pejabat itu mengatakan, Pesawat itu diidentifikasi tidak berada di jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga kontrol lalu lintas udara memberikan pengalihan kepada kru untuk memperbaiki posisi.
“Pengontrol lalu lintas udara kemudian menyampaikan beberapa instruksi lebih lanjut. Instruksi bertujuan untuk membawa pesawat kembali ke pendaratan," katanya.
“Setelah pengajuan instruksi terakhir, komunikasi dengan pesawat hilang," ucap Luqman.
"Menindak lanjut dari kondisi ini, kontrol lalu lintas udara mendeklarasikan tahap darurat sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku," ujar Luqman.
Para pejabat mengatakan pesawat itu terbang rendah di atas laut, yang membatasi kontak dengan ATR 42-500.
Sinyal terakhir dari pesawat yang hilang diterima pada pukul 11:20 waktu setempat, sekitar 12 mil timur laut bandara Yogyakarta.
Pesawat tidak pernah tiba di tujuan yang direncanakan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, meninggalkan keluarga mereka yang berada di dalam kapal mencari jawaban.
Pesawat yang hilang itu dimiliki oleh Indonesia Air Transport, yang mengkhususkan diri dalam penerbangan charter untuk bisnis minyak dan gas.
Pesawat itu pada kontrak jangka panjang untuk layanan Pengawasan Sumber Daya Laut dan perikanan pemerintah sebelum lenyap.
Itu terjadi setelah sebuah pesawat militer Rusia jatuh di udara bulan lalu, sebelum menabrak waduk. (Catatan Redaksi)



