Update

6/recent/ticker-posts

Gelar Rapat Di Pasifik Palace Hotel, FWB Rancang Program Peningkatan Skill Dan Kesejahteraan






Seronokbatam.com | Batam - Forum Wartawan Batam (FWB) menggelar rapat lanjutan usai merampungkan struktur kepengurusan.

Fokus utama rapat ini adalah merancang program kerja pengembangan skill kewartawanan dan kesejahteraan anggota di tengah krisis ekosistem Pers Indonesia


Yang kian memburuk secara struktural akibat tekanan berlapis, mulai dari krisis ekonomi media finansial, disrupsi digital, hingga ancaman nyata terhadap kemerdekaan pers. Rapat ini digelar di Ballroom Colombus Pacifik Palace Hotel, Batu Ampar, Batam, Jumat siang (25/9/2026).

Direktur Program dan Perencanaan FWB, Solihul Abidin dalam pemaparannya menunjukkan contoh kerja-kerja jurnalistik terkini yang dilakukan oleh kantor media baik nasional maupun internasional yang membuat proyek liputan kolaboratif.

Salah satu contoh yang ditampilan adalah; The Gecko Project kantor berita nirlaba yang menginvestigasi kaitan antara penggunaan lahan dan sejumlah tantangan global yang paling mendesak: krisis iklim, deforestasi, kehancuran keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, dan hak-hak masyarakat yang terpinggirkan.


Menggunakan kekuatan jurnalisme investigasi dan cerita (storytelling) untuk mendorong perubahan yang lebih baik dalam melindungi lingkungan dan HAM.

"Salah satu filosofi pers adalah pers bertanggung jawab sosial. Pada konteks negara seperti Indonesia, filosofi ini lebih menitik beratkan peran insan pers untuk ikut bertanggung jawab dalam proses pembangunan di suatu negara tanpa harus kehilangan independensinya," kata dia.

Bukan berarti wartawan atau jurnalis menjadi corong pemerintah semata, akan tetapi, kata Abidin, wartawan atau jurnalis perlu juga mengambil posisi jembatan informasi dari program penyelenggara negara kepada masyarakat umum untuk kepentingan bersama.

"Kita tidak sedang membicarakan jurnalistik sebagai laporan yang luar biasa untuk mengejar hadiah Nobel atau penghargaan jurnalistik lainnya. Sederhana saja. Yaitu bagaimana sumbangsih pemikiran para jurnalis ikut mewarnai pembangunan Batam yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.


Abidin mengatakan, FWB memiliki visi yang jelas yaitu membangun kolaborasi antara pers, stakeholder, masyarakat dan pemegang kebijakan untuk saling mendukung dalam kerangka kemajuan daerah.

Untuk menunjang itu, Abidin mengatakan gambaran umum programnya berbentuk Fellowship. Yakni, kolaborasi antara wartawan ---> Pemerintah/Swasta ----> Akademisi/Ahli/Pakar. Hasilnya adalah laporan komprehensif yang benar-benar dapat menjadi rujukan informasi bagi masyarakat umum.

“Wartawan wajib menjaga independensinya untuk mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal FWB, Ali Saragih mengapresiasi pembahasan rapat pengurus kali ini. Selain silaturahmi dan perkenalan sesama pengurus dan anggota.

Diharapkan, ke depannya, FWB lebih banyak lagi merancang program-program baru guna menunjang kinerja jurnalistik di Batam.

"Harapannya, lebih banyak lagi ilmu-ilmu jurnalistik yang akan kita dapatkan dari forum ini dan bisa mencapai visi-misi FWB," kata Sekjen FWB.

"Cita-citanya itu bisa mencetak wartawan atau jurnalis yang ahli dan kompeten di masing-masing bidang liputannya. Misal: bidang Hukum, bidang lingkungan, bidang agraria, bidang HAM, dan lainnya," tutupnya. (Redaksi)