SeronokBatam.com | Batam - PT Bursa Efek Indonesia perwakilan wilayah Kepulauan Riau menggelar Media Gathering bertempat di VVIP Room 2 Renuin Restaurant, Nagoya Hill Kota Batam, pada hari Sabtu (29/11/2025) siang.
Dalam kegiatan media gathering ini di awali dengan sambutan, paparan mengenai pasar modal dan perkembangannya, oleh Kepala Kantor PT Bursa Efek Indonesia perwakilan wilayah Kepulauan Riau, Indra Novita.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, sekitar 15 orang lebih awak media cetak, maupun online, selain Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia Kepri, Indra Novita, juga hadir beberapa orang staf Bursa Efek Indonesia Kepri.
Indra Novita dalam keterangan pers mengatakan, Perkembangan pasar modal, pertumbuhan investor di Kepulauan Riau saat ini ada peningkatan, saat ini investor ada 177 ribu di wilayah Kepri, namun secara nasional jumlah investor ada 19.2 juta lebih.
"Untuk saat ini di bursa efek ada beberapa produk seperti single stock fiture, nanti kita bersama-sama rekan media akan memberikan edukasi khusus terkait single stock fiture ini, karena kita di wilayah Kepri seharusnya yang masyarakat ketahui dulu itu adalah produk utama yang di perdagangan di bursa efek kita, seperti saham, obligasi negara, obligasi korporasi, untuk yang syariah sukuk, sukuk ritel, tabungan, juga dana," terang Indra Novita.
"Kita Bursa Efek Indonesia bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat Kepri, kita juga bekerjasama dengan kampus yang ada di Kepri, kerjasama dalam bentuk mendirikan galeri investasi," ujar Indra Novita.
"Kita akan terus mengembangkan pasar modal ini mulai kerjasama dengan galeri investasi yang di Sekolah maupun di kampus-kampus, termasuk juga di lingkungan pemerintah, juga lembaga yang lain," kata Indra Novita.
"Kita bursa efek Indonesia di Kepri, kita akan lakukan banyak literasi bersama mahasiswa, bersama masyarakat umum, kami juga untuk masyarakat umum menyediakan sekolah pasar modal di selenggarakan secara online dan juga kita selenggarakan di kampus," imbuhnya.
"Harapannya kita ingin masyarakat Indonesia mengetahui dengan detail produk yang ingin di beli, bagaimana manfaatnya juga bagaimana resikonya, ketika beli saham tahu manfaatnya, dan juga resikonya, jadi masyarakat menentukan pilihannya pasar modal," harap Indra Novita.
Mengenai IDX mobile, Indra Novita mengatakan, IDX Mobile adalah aplikasi yang di launching oleh bursa efek Indonesia untuk masyarakat umum, luas bisa menikmati fasilitas IDX mobile, untuk update informasi terkini tentang pasar modal kita, dan memanfaatkan fitur latihan/edukasi secara gratis dari bursa efek Indonesia. (Redaksi)




