Seronokbatam.com | Batam - Padepokan Teboban Kota Batam menggelar kegiatan tasyakuran, serta Munggahan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijrah tahun 2026 Masehi.
Kegiatan ini dilaksanakan di Padepokan Teboban Sei Harapan Kota Batam, pada hari Sabtu malam (07/02/2026).
Abah Budi Yusa Budiman selaku tokoh pendiri padepokan Teboban, yang juga sesepuh Banten mengatakan, Acara tadi malam adalah tasyakuran atas di keluarkan nya legalitas oleh Kemenkumham RI, jadi ada perubahan juga dari nama padepokan itu sendiri, kalau dulu kan Tboban dan setelah di legalkan menjadi Kemenkumham menjadi Teboban.
"Dan Acara tadi malam juga dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan yang sebentar lagi kita umat muslim akan memasuki ibadah puasa," kata Abah Budi.
"Adapun yang hadir tadi malam, ada mantan Kabid Humas Polda Kepri babeh Hartono, sesepuh Paguyuban Pasundan Batam kang Tira Sonjaya, Pembina Teboban Capt.Agus Herman, kang Yusron Roni, namun beliau berhalangan hadir, hadir juga kang Deden Boxer, beserta para tokoh agama, ajengan yang ada di kalangan Jabar-Banten," terang Abah Budi.
"Disatu sisi memang keinginan kang Yusron Roni melegalkan padepokan Teboban ini, dan Alhamdulillah saat ini Teboban sudah legal di Kemenkumham nya," ucapnya.
"Teboban yang lahir pada tahun 2010 ini memang bertujuan untuk melestarikan seni budaya kita," kata Abah Budi.
Menurut Abah Budi Yusa Budiman, melalui seni budaya ini kita bisa masuk kemana saja tidak terikat seperti pada Paguyuban
Dalam keterangan, melalui sambungan jejaring sosial WhatsApp, Zaenal Aripin selaku wakil ketua Teboban menambahkan, Turut hadir juga dari Polsek Sekupang dan Batuaji Polda Kepri, dari Samapta ada 4 personil, dari Posiwaja, Alfateh, ponpes El maknun, Radio Rafi.
"Hadir juga dari Rumah Ngaji Batam (RMB) ustadz Deni sebagai penceramah nya, dan para tokoh agama, ajengan urang Sunda Jabar-Banten Kota Batam," ujar Zaenal Aripin.
"Kami berharap dari terbentuknya legalitas dari Kemenkumham ini, Teboban terus melestarikan seni budaya, melalui kegiatan-kegiatan kami di Teboban," kata Zaenal Aripin.
"Di Teboban ini juga ada latihan pencak silat yang jadwalnya pada Selasa malam Rabu dan malam Sabtu, dan ini sudah menjadi rutinitas kami di Teboban," ucapnya.
"Pada setiap malam Jum'at, Teboban juga mengadakan rutinitas yasinan, dan sekalian juga ada pengobatan patah tulang dan lain sebagainya, dan bersifat seikhlasnya," terang Zaenal Aripin.
"Dan Teboban juga yang berdiri pada tahun 2010 itu selain melestarikan seni budaya, namun juga untuk pengobatan yang ditangani oleh guru kita guru Ki Majen, selaku pelatih silat, bersama asisten panglima Rahmat dan Ki Agus Barata, dan hingga sekarang beliau Istiqomah di pengobatan tersebut," jelas Zenal Aripin.
"Dari kehadiran kami Teboban di Kota Batam ini tentunya kami terus ingin berkontribusi melalui pelestarian seni budaya kedaerahan," Pungkas kang Zenal Aripin. (Redaksi)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar