Seronokbatam.com | Batam - PT Bursa Efek Indonesia perwakilan Kepulauan Riau menggelar kegiatan Media Gathering bertempat di Baba Restaurant Batam Center pada hari Jum'at (23/10/2026) sore.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, Indra Novita, S.S.,M.M., dan staf Management, awak media Batam Kepri.
Dalam keterangan pers, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, Indra Novita menyampaikan, Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan media yang selalu mensupport kami untuk bisa memberikan berita-berita positif kepada masyarakat dan meliterasi masyarakat di Kepri terkait pasar modal Indonesia.
"Mengenai kejadian terjadi nya penurunan IHSG beberapa hari lalu, Bursa Efek Indonesia dan OJK telah mengambil keputusan yang strategis untuk mereformasi pasar modal Indonesia supaya kedepannya lebih baik lagi," kata Novita.
"Kita ketahui hal ini terkait dengan MSCI, sebenarnya baru akan mengeluarkan hasil rekomendasi di bulan April 2027, tetapi apa yang rekan-rekan lihat telah mengeluarkan statemen dan memang ini hak dari MSCI, namun dengan statement MSCI tersebut ada kepanikan dari Investor," terangnya.
"Namun penurunan IHSG bukan hanya faktor itu, tapi ada faktor yang lain, seperti suku bunga, kondisi sosial, politik, ini sangat mempengaruhi," katanya lagi.
Indra Novita juga sampaikan, memang kekhawatiran dari investor itu ada karena MSCI merupakan provider indek global yang tentunya apa yang di rekomendasikan MSCI akan di ikuti oleh para investor baik global maupun domestik.
"Kita melihat setelah kemarin ada penurunan indeks kita melihat juga ada perbaikan, indeks kita sudah naik sudah mencapai di lima ribu, kemudian setelah pemerintah dalam hal ini OJK, Bursa Efek Indonesia melakukan langkah-langkah kebijakan strategis sesuai apa yang di rekomendasikan MSCI akhirnya kepercayaan investor tumbuh lagi," paparnya.
"Dan sesuai data yang kami sampaikan bahwa untuk di Kepri sendiri year today sudah ada pertumbuhan sekitar 50 persen lebih, dan untuk secara nasional 52 persen, artinya juga Kepri tidak ketinggalan untuk mengejar pertumbuhan investor sama seperti di skala nasional," pungkas Indra Novita .(Redaksi/Andri)




0 Komentar