Update

6/recent/ticker-posts

IWO Kepri Dorong Pelatihan Jurnalistik di Sekolah Berkelanjutan, Bekali Generasi Muda Hadapi Arus Informasi Digital




Seronokbatam.com – Batam |  Pelaksanaan pelatihan jurnalistik di MAN 2 Batam, Sabtu (5/9/2026) siang, mendapat apresiasi dari Ketua PW Ikatan Wartawan Online (IWO) Kepulauan Riau, Aidil Fitra Nasution.

Kegiatan yang menghadirkan pemateri dari IWO Kepri tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam meningkatkan literasi media sekaligus memperkenalkan dasar-dasar jurnalistik kepada para pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, materi jurnalistik disampaikan oleh pemateri yang kompeten dari IWO Kepri, di antaranya Damri, S.H., I dan Sholihul Abidin, S.Sos.I., M.I.Kom. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, proses memperoleh informasi, pentingnya verifikasi serta etika dalam menyampaikan informasi kepada publik.


Aidil mengatakan, kegiatan semacam ini memiliki arti penting karena generasi muda saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat.

“Jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita. Ada proses mencari fakta, melakukan verifikasi, memahami konteks, menghargai narasumber dan yang paling penting adalah bagaimana informasi tersebut disampaikan secara bertanggung jawab,” ujar Aidil.

Ia menilai, pelajar saat ini tidak lagi hanya menjadi pembaca atau penerima informasi. Dengan keberadaan media sosial, setiap orang dapat membuat dan menyebarkan informasi hanya dalam hitungan detik.

Kondisi tersebut, kata Aidil, harus diimbangi dengan kemampuan literasi media agar para pelajar mampu membedakan informasi yang benar, opini, maupun informasi yang belum terverifikasi.

“Jangan sampai kecepatan menyebarkan informasi mengalahkan kehati-hatian dalam memastikan kebenarannya. Ini yang harus kita tanamkan kepada generasi muda,” tegasnya.

IWO Kepri Siap Bangun Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan

Aidil menegaskan bahwa PW IWO Kepri membuka ruang kolaborasi dengan sekolah maupun lembaga pendidikan di Kepulauan Riau untuk mengembangkan kegiatan literasi jurnalistik.

Menurutnya, edukasi jurnalistik tidak harus selalu diarahkan untuk mencetak calon wartawan. Pemahaman tersebut jauh lebih luas, yakni membentuk karakter generasi muda yang kritis, mampu berpikir berdasarkan fakta dan bertanggung jawab dalam menggunakan media.

“Kami di IWO Kepri siap membangun komunikasi dan kolaborasi dengan dunia pendidikan. Kalau kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan, tentu manfaatnya akan jauh lebih besar,” katanya.

Ia juga berharap pelatihan jurnalistik tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas. Para pelajar, menurutnya, perlu diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung apa yang telah dipelajari.

Mulai dari melakukan wawancara, mencari data, menulis berita, melakukan verifikasi informasi hingga menghasilkan karya jurnalistik sederhana.

“Anak-anak ini harus diberikan ruang untuk mencoba. Dari proses itu kita bisa melihat siapa yang memiliki minat dan bakat di bidang jurnalistik. Kalau ada yang potensial, tentu bisa kita bina lebih lanjut,” ungkapnya.

Bukan Sekadar Mencetak Wartawan

Aidil menegaskan, kehadiran IWO Kepri dalam kegiatan edukasi jurnalistik di sekolah merupakan bagian dari tanggung jawab moral insan pers dalam membangun budaya literasi informasi yang sehat.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar mencetak wartawan muda. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membentuk generasi yang tidak mudah percaya begitu saja terhadap sebuah informasi, mau melakukan pengecekan, menghargai fakta dan memahami konsekuensi dari setiap informasi yang mereka sebarkan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan di MAN 2 Batam dapat menjadi salah satu awal dari semakin luasnya program literasi jurnalistik di lingkungan pendidikan di Kepulauan Riau.

“Kami berharap ini menjadi awal yang baik. IWO Kepri ingin hadir bukan hanya ketika ada persoalan pemberitaan, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya informasi yang benar, berimbang dan bertanggung jawab,” pungkas Aidil. (Redaksi/Andri)