Update

6/recent/ticker-posts

Peduli Sesama Jurnalis, Sejumlah Awak Media Batam Gelar Doa Bersama Untuk Lima Wartawan Yang Hilang Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau




Seronokbatam.com | Batam - Sejumlah jurnalis di Kota Batam menggelar doa bersama untuk lima wartawan yang hingga kini belum ditemukan setelah hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau, Banten.

Doa bersama digelar di Taman Aspirasi, kawasan DPRD Batam, Minggu malam (13/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para jurnalis dari Persatuan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam, dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kepri.


Sebelumnya, PWI Kepri juga telah menggelar doa bersama di kantor organisasi tersebut.

Suasana doa bersama berlangsung khidmat. Para jurnalis menyalakan lilin sembari meletakkan foto lima wartawan yang hingga kini masih dalam pencarian.

Doa dipimpin Ustadz Syarif Hidayatullah. Dalam doanya, ia berharap kelima jurnalis beserta seluruh orang yang masih hilang segera ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat.

Ia meyakini tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dengan segala kekuasaan-Nya.


Ketua PFI Kepri Tommy Purniawan mengatakan, doa bersama tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus harapan dari para jurnalis di Batam agar seluruh jurnalis dan kru kapal yang hilang segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Tommy mengaku dapat merasakan kecemasan dan kesedihan yang tengah dirasakan keluarga para korban yang hingga kini masih menunggu kabar.

"Saya bisa merasakan betapa sedihnya keluarga teman-teman kita yang belum ditemukan hingga saat ini," ujar Tommy.

Ia berharap proses pencarian terus dilakukan secara maksimal dan segera membuahkan kabar baik.

Menurut Tommy, tugas jurnalistik memang menuntut wartawan berada di tengah berbagai peristiwa, termasuk ketika terjadi bencana.

Namun, keselamatan tetap menjadi hal utama.

"Ketika yang lain menghindari bencana, jurnalis justru mendatangi. Bukan karena kami tidak takut, tapi karena kami ingin mengabarkan informasi terbaru untuk masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua AJI Kota Batam Yogi Eka Sahputra mengajak seluruh jurnalis di Batam untuk ikut memberikan dukungan moral melalui doa bersama.

Menurutnya, solidaritas sesama jurnalis penting untuk saling menguatkan, terutama ketika rekan seprofesi mengalami musibah saat menjalankan tugas untuk kepentingan publik.

"Kita kirimkan doa terbaik untuk kawan-kawan kita yang mengalami musibah ketika mencari informasi untuk kepentingan publik," kata Yogi.

Yogi mengatakan AJI Indonesia juga telah mendesak seluruh pihak dan otoritas terkait mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan serta memperkuat koordinasi dalam operasi pencarian.

Menurut dia, upaya pencarian harus dilakukan secara maksimal untuk memastikan kelima jurnalis dan seluruh orang yang berada dalam rombongan tersebut dapat segera ditemukan dan dibawa pulang dalam keadaan selamat.

AJI, kata Yogi, juga menyampaikan solidaritas dan dukungan kepada keluarga, sahabat, serta rekan kerja para korban yang saat ini masih berada dalam situasi penuh kecemasan.

"Kami berharap operasi pencarian terus dilakukan secara maksimal dan kelima jurnalis segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.

Informasi terakhir terhadap 5 jurnalis beserta kru kapal yang saat ini belum ditemukan Hingga memasuki hari keenam pencarian, keberadaan delapan orang yang berada dalam rombongan tersebut belum diketahui.

Mereka diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin sekitar pukul 07.00 WIB.

Rombongan tersebut menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau untuk memantau sekaligus meliput langsung aktivitas erupsi gunung tersebut.

Sekitar pukul 14.42 WIB, salah seorang jurnalis masih sempat membagikan informasi mengenai lokasi terakhir rombongan kepada rekan sesama jurnalis di Lampung.

Namun, situasi mulai mengkhawatirkan sekitar pukul 15.04 WIB ketika komunikasi dengan M. Bagus Khoirunnas, jurnalis ANTARA, tidak lagi dapat dilakukan.

Sekitar pukul 16.00 WIB, masih terdapat kabar dari rombongan. Heriyanto, pemandu wisata yang berada di kapal, sempat mengirimkan foto kepada istrinya.

Dalam pesan tersebut, ia mengabarkan bahwa rombongan berada di sekitar Gunung Anak Krakatau dan dalam kondisi aman.

Namun, setelah pesan tersebut, tidak ada lagi kabar dari rombongan.

Hingga malam hari, mereka tidak kunjung kembali ke daratan dan seluruh upaya menghubungi mereka tidak membuahkan hasil.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran dari keluarga dan rekan-rekan mereka di darat.

Keluarga bersama perwakilan media selanjutnya melaporkan kejadian hilang kontak tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten pada keesokan harinya sekitar pukul 13.55 WIB.

Pelaporan itu menjadi langkah resmi untuk meminta proses pencarian dan pertolongan terhadap delapan orang yang belum diketahui keberadaannya.

Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut masing-masing Muhammad Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita ANTARA Biro Banten; Arie Basuki, pewarta foto senior Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews; Firdaus Wajidi, jurnalis visual Anadolu Agency; serta Donal Husni, jurnalis lepas atau freelance.

Selain kelima jurnalis tersebut, terdapat tiga kru kapal yang turut hilang, yakni Warta selaku kapten atau nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu wisata.

Kedelapan orang tersebut berada dalam satu speedboat saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Doa bersama yang digelar para jurnalis Batam malam itu menjadi bentuk solidaritas sekaligus harapan agar operasi pencarian terus dilakukan dan seluruh korban dapat segera ditemukan serta kembali ke tengah keluarga dalam keadaan selamat.(Redaksi/Az)